Jumat, 19 Oktober 2012

Transkultural Nursing

KATA PENGANTAR
 Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Laporan refleksi Transkultural Nursing 1” ini dengan lancar. Penulisan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kulia Transkultural Nursing. Laporan ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang saya peroleh dari buku panduan, serta informasi dari media massa yang berhubungan dengan “Transkultural Nursing”. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah Transkultural Nursing atas bimbingan dan arahan dalam penulisan tugas, juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Saya harap makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik. Denpasar, 9 oktober 2012 Penyusun

BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang Transkultural Keperawatan merupakan area / wilayah keilmuan budaya pada proses belajar dan praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sifat didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya/keutuhan budaya kepada manusia. (Leininger, 2000) Keperawatan sebagai profesi memiliki landasan body of knowledge yang kuat, yang dapat dikembangkan serta dapat diaplikasikan dalam praktek keperawatan. Perkembangan teori keperawatan terbagi menjadi 4 level perkembangan yaitu metha theory, grand theory, midle range theory dan practice theory. Salah satu teori yang diungkapkan pada midle range theory adalah Transcultural Nursing Theory. Teori ini berasal dari disiplin ilmu antropologi dan dikembangkan dalam konteks keperawatan. Teori ini menjabarkan konsep keperawatan yang didasari oleh pemahaman tentang adanya perbedaan nilai-nilai kultural yang melekat dalam masyarakat. Leininger beranggapan bahwa sangatlah penting memperhatikan keanekaragaman budaya dan nilai-nilai dalam penerapan asuhan keperawatan kepada klien. Bila hal tersebut diabaikan oleh perawat, akan mengakibatkan terjadinya cultural shock.
 B. Rumusan Masalah
 1. Apa yang di maksud dengan konsep sehat-sakit?
2. Apakah yang dimaksud dengan dengan pengantar transkultural nursing?
 3. Apa pengertian dari stereotypes?

 C. Tujuan
 1. Mengethui apa itu konsep sehat-sakit
 2. Untuk mengetahui apa pengantar transkultural nursing
 3. Untuk mengetahui pengertian dari stereotypes

 BAB II PEMBAHASAN
 A. Pandangan Sehat-Sakit Ditinju dari Konsep Lintas Budaya
1. Definisi Sehat Menurut WHO : “a state of complete physical, mental, and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity” Sehat adalah kondisi yang terbebas dari penyakit fisik, biologis, sosial, budaya dan spiritual. UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
 2. Konsep wellness  Merupakan pilihan setiap orang  Merupakan way of life  Merupakan proses  Penggunaan energi yang efisien  Merupakan integrasi body, mind and spirit  Merupakan penerimaan cinta terhadap diri sendiri.
 3. Tahapan Sakit Tahap pengalaman gejala-gejala (keputusan bahwa ada yang tidak beres). Asumsi dari keadaan peranan sakit (keputusan bahwa seseorang sakit dan membutuhkan perawatan profesional). Tahap kontak perawatan medis (keputusan untuk mencari perawatan medis profesional). Tahapan peran ketergantungan pasien (keputusan untuk mengalihkan pengawasan kepada dokter dan menerima serta mengikuti pengobatan yang diterapkan). Kesembuhan atau keadaan rehabilitasi (keputusan untuk mengakhiri peranan pasien). Struktur Kultur Model Explanatory (EMs) sehat-sakit. Pribadi sbg individu atau konstruk budaya sesuai realita mencakup kondisi sehat-sakit. Model ini berbasis dr pengalaman hidup terhadap sehat-sakit. Pasien mempunyai pengalaman yg didapat dr keyakinan umum thd sehat sakit dr masyarakat atau perawat.
 4. Pengaruh Kebudayaan Terhadap Kesehatan :  Tabu  Ritual yang di paksakan  Kebiasaan yang tidak sehat  Gengsi – status dalam masyarakat  Klenik dan mistis  Isu yang bersifat gaib  Tingkat pendidikan yang rendah ----- informasi
 5. Peran Perawat dalam Kebudayaan :  Menggali dan mengeksplorasi kasanah budaya daerah.  Melakukan peran perawat edukator melalui KIE  Melakukan komunikasi dengan komunitas di lingkungannya untuk mengenal budaya setempat dan menghormatinya Cara dan gaya hidup manusia, adat istiadat, kebudayaan, kepercayaan bahkan seluruh peradaban manusia dan lingkungannya berpengaruh terhadap penyakit. Secara fisiologis dan biologis tubuh manusia selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Manusia mempunyai daya adaptasi terhadap lingkungan yang selalu berubah, yang sering membawa serta penyakit baru yang belum dikenal atau perkembangan/perubahan penyakit yang sudah ada. Kajian mengenai konsekuensi kesehatan perlu memperhatikan konteks budaya dan sosial masyarakat .

 B. Pengantar Transkultural Nursing Merupakan keyakinan dan perilaku yang diturunkan atau diajarkan manusia kepada generasi berikutnya (Taylor, 1989). Sesuatu yang kompleks yg mengandung pengetahuan, keyakinan, seni, moral, hukum, kebiasaan dan kecakapan lain yang merupakan kebiasaan manusia sbg anggota komunitas setempat (Andrew & Boyle, 1995). Rencana untuk melakukan keg tertentu (leininger, 1991). Karya manusia menghasilkan tehnologi yang dinamakan juga kebudayaan jasmaniah yg diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitar. RASA, meliputi jiwa manusia mewujudkan segala nilai sosial yang perlu untuk mengatur masalah kemasyarakatan dalam arti yang luas (agama, ideologi, kebatinan, kesenian dan semua unsur yang merupakan hasil ekspresi jiwa manusia yg hidup sbg anggota masyarakat). CIPTA, merupakan kemampuan mental dan kemampuan berfikir orang-orang yang hidup bermasyarakat, yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Dalam kehidupan sehari-hari, orang tidak mungkin tidak beururusan dengan hasil kebudayaan. Setiap hari, orang melihat, mempergunakan dan kadang merusak kebudayaan. Masyarakat merupakan orang yg hidup bersama yg menghasilkan kebudayaan. Tidak ada masy yg tidak mempunyai kebudayaan atau tidak ada kebudayaan tanpa masy sbg wadah. Budaya adalah pengalaman yang bersifat universal shg tidak ada 2 budaya yang sama persis. Budaya bersifat stabil tetapi juga dinamis karena budaya diturunkan kepada generasi berikut shg mengalami perubahan. Budaya ditentukan oleh kehidupan manusianya sendiri tanpa disadari. Fungsi kebudayaan bagi manusia :
 1. Mengatur hubungan antar manusia
 2. Melindungi diri terhadap alam
3. Wadah segenap perasaan manusia. Pentingnya budaya dalam keperawatan Untuk mengembangkan sains dan pohon keilmuan yg humanis shg tercipta praktik keperawatan pada kultur yg spesifik dan universal. Kultur yg spesifik adalah kultur dg nilai-nilai dan norma spesifik yg tdk dimiliki oleh klp lain (Ex: bahasa suku dayak di kalimantan, bahasa suku asmat di Irian dsb). Kultur yg universal adalah nilai atau norma yg diyakini dan dilakukan hampir semua kultur (Ex: budaya minum teh untuk membuat tubuh segar, budaya berolahraga agar dapat sehat dan cantik) . Keperawatan transkultural adalah suatu pelayanan keperawatan yang berfokus pada analisis dan studi perbandingan tentang perbedaan budaya (Leininger, 1978). Keperawatan transkultural adalah ilmu dan kiat yang humanis yang difokuskan pada perilaku individu atau kelompok. Proses untuk mempertahankan atau meningkatkan perilaku sehat dan sakit secara fisik dan psikokultural sesuai latar belakang budaya. Perbedaan budaya di Indonesia  Upacara perkawinan  Kehamilan  Kelahiran  Kematian  Simbol simbol  Makanan  Agama  Perilaku kesehatan  Kepercayaan  Value  Bahasa Budaya dan makanan Budaya dan makanan memiliki hubungan yang erat. Pemilihan, pengolahan, penyajian dan mengkonsumsinya berkaitan dengan budaya klien. Contoh: Daun kelor muda di Jakarta umumnya untuk memandikan mayat, tetapi di tempat lain disayur. Budaya makan suku Padang yang banyak mengkonsumsi lemak akan berisiko penyakit pembuluh darah dan saluran pencernakan. Sedangkan suku Sunda yang sedikit konsumsi lemak dan banyak sayuran, berisiko defisiensi vitamin A Budaya mempengaruhi klien dalam menentukan makanan yang dikonsumsi dan kesehatan Kebudayaan mempengaruhi kepribadian dan perilaku manusia Kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan (adat istiadat melamar, cara berdagang). Cara hidup di kota dan desa yg berbeda (perbedaan gotong royong/ sosialisasi) Kebudayaan khusus kelas sosial (cara berpakaian, cara mengisi waktu senggang, etiket, bahasa). Kebudayaan khusus atas dasar agama. Kebudayaan berdasar profesi (perawat,militer, pengacara).

C. Pengertian Stereotypes Stereotipe lippmann (dalam warnaen 2002) gambaran yang merupakan rekonstruksi dari keadaan lingkungan yang sebenarnya, sebagai salah satu mekanisme penyederhanaan untuk mengendalikan lingkungan yang terlalu luas.

BAB III PENUTUP 
 A. Kesimpulan Transkultural nursing adalah suatu area atau wilayah keilmuan budaya pada proses belajar dan keperawatan yangh fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara udaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, keoercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khussnya budaya atau keutuhan budaya kepada manusia (Leininger, 2002). Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit (sunrise model) seperti yang terdapat pada gambar
1. Geisser (1991) menyatakan bahwa proses keperawaqtan ini digunakan oleh perawat sebagai landasan berfikir dan memberikan solusi terhadap masalah klien (Andrew & Boyle, 1995).

 DAFTAR PUSTAKA
 Pudjiadi, Solihin. ( 2000 ). Ilmu Gizi Klinis Pada Anak. Jakarta : Gaya Baru Jakarta. Andrew . M & Boyle. J.S, (1995), Transcultural Concepts in Nursing Care, 2nd Ed, Philadelphia, JB Lippincot Company Cultural Diversity in Nursing, (1997), Transcultural Nursing ; Basic Concepts and Case Studies, Ditelusuri tanggal 14 Oktober 2006 dari http://www.google.com/rnc.org/transculturalnursing

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar